<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
<rss version="0.91">
  <channel>
    <title>tempodoeloe</title>
    <link>http://tempodoeloe.blogdrive.com/</link>
    <description>tempodoeloe</description>
    <lastBuildDate>Fri, 24 Aug 2007 05:15:01 PDT</lastBuildDate>
    <generator>http://www.blogdrive.com</generator>
    <copyright>Copyright 2007.</copyright>
    <item>
      <title>Toekang</title>
      <link>http://tempodoeloe.blogdrive.com/archive/21.html</link>
      <pubDate>Thu, 23 Aug 2007 22:11:09 GMT</pubDate>
      <description>  Toekang means worker, different from other countries, worker in Indonesia (Nederland Indies) most of the time means one man worker. Some of  toekangs still can be found nowadays in Indonesia in same look.    Toekang Barang  
This toekang is selling stuff, mostly house stuff. As you can see a lot ceramic stuff. Today some toekang barang still wandering selling house stuff but in pickups or becak barang.       Toekang Burung 
 This toekang is selling exotic burung (bird). Toekang burung is rarely found nowadays. You can buy exotic birds and even exotic animals like orang utan in Pasar Burung... (more)</description>
      <comments>http://tempodoeloe.blogdrive.com/comments?id=21</comments>
    </item>
    <item>
      <title>tempodoeloe is back in business</title>
      <link>http://tempodoeloe.blogdrive.com/archive/20.html</link>
      <pubDate>Mon, 30 Jul 2007 09:03:38 GMT</pubDate>
      <description> Dear guys and gals,
today tempodoeloe is back in business, hopefully in english, since some of readers can't read bahasa.  I will scan my latest postcards i got.  I also will set up a new blog about antiques  or curios i got .
So friends, buckle up , ready for back to the tempodoeloe....</description>
      <comments>http://tempodoeloe.blogdrive.com/comments?id=20</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Iklan dalam Katalog Tempo Doeloe</title>
      <link>http://tempodoeloe.blogdrive.com/archive/19.html</link>
      <pubDate>Wed, 29 Mar 2006 15:36:34 GMT</pubDate>
      <description>
 Hampir semua produk yang dijual pasti diiklankan, entah bagaimana bentuknya, dan itu berlaku sejak dahulu kala.  Salah satu bentuknya adalah mencetak katalog. Buku  katalog produk memang tak begitu populer di Indonesia. Lain halnya dengan negara barat (atau bisa juga negara maju) yang perusahaan mencetak banyak katalog barang yang dijualnya. 

Dahulu sebenarnya katalog sudah dikenal di Indonesia. Saya sendiri memiliki 2 buah katalog tempo doeloe, satu dari perusahaan furnitur dan satu lagi perusahaan alat-alat medis dan obat-obatan. 

Nah, yang saya pajang di bawah ini adalah beberapa... (more)</description>
      <comments>http://tempodoeloe.blogdrive.com/comments?id=19</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Peter Van Dongen</title>
      <link>http://tempodoeloe.blogdrive.com/archive/18.html</link>
      <pubDate>Fri, 17 Mar 2006 04:39:48 GMT</pubDate>
      <description>
 Para penggemar komik di tanah air pasti tahu Peter Van Dongen. Pemuda Belanda ini telah membuat komik yang mengambil latar belakang cerita di Nederland Indies. Dua bua buku komik karyanya adalah Rampokan Java dan Rampokan Celebes. Rampokan Java sendiri telah diterbitkan dalam bahasa Indonesia, yaitu Rampokan Jawa.  Walaupun dari segi sejarah agak kurang akurat namun dari detil gambar terutama gedung-gedung, para penikmat segala sesuatu Tempo Doeloe pasti akan terpuaskan 
Ini beberapa karyanya.





     
</description>
      <comments>http://tempodoeloe.blogdrive.com/comments?id=18</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Tempo Doeloe aktif lagi</title>
      <link>http://tempodoeloe.blogdrive.com/archive/17.html</link>
      <pubDate>Fri, 17 Mar 2006 04:31:42 GMT</pubDate>
      <description>
    Setelah sekian lama tidak aktif akhirnya blog ini bisa kembali aktif.  Untung saja tidak sampai setahun blog ini tak aktif dan tidak sampai dicekal oleh blogdrive.  
Sebagai awal pengaktifan kembali saya mulai dengan memuat foto passar baroe dibawah ini.  
Selama enam bulan tidak aktif sebenarnya banyak barang berbau tempodoeloe yang saya peroleh baik itu berupa buku, kartupos, dokumen, peta, dan lainnya. 

Buku yang saya peroleh beragam sekali mulai dari buku Haryoto Kunto, buku Atlas tahun 1930-an, majalah tua.  Buku Haryoto Kunto dan Atlas itu sekarang akan saya jual. Jika ada yang... (more)</description>
      <comments>http://tempodoeloe.blogdrive.com/comments?id=17</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Dari saya</title>
      <link>http://tempodoeloe.blogdrive.com/archive/16.html</link>
      <pubDate>Thu, 22 Sep 2005 06:55:32 GMT</pubDate>
      <description>Sungguh saya mulanya cuman iseng belaka. Eh, malah bulan kemaren dapat email bahwa blog ini mendapat penghargaan (Diamond Award) dari Semarang Photo Archives. Jelas dibanding dengan website itu, blog ini nggak ada apa-apanya. Padahal waktu itu udah 3 bulan blog ini nggak diperbarui. Tapi bukan cuman itu yang bikin saya senang, ada beberapa orang yang beri komentar dan juga email (walaupun tidak berkelanjutan) tentang blog ini. Terus terang saya sendiri jarang memakai komputer. PC saya sampai sekarang masih &quot;tewas&quot; dan internet di kota Bandung amat menyedihkan. Sementara ini saya masih memakai... (more)</description>
      <comments>http://tempodoeloe.blogdrive.com/comments?id=16</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Bandoengku sayang, bandoengku malang</title>
      <link>http://tempodoeloe.blogdrive.com/archive/15.html</link>
      <pubDate>Thu, 22 Sep 2005 06:23:59 GMT</pubDate>
      <description>Wah empat bulan sudah lamanya saya libur dari posting terakhir saya. Banyak kejadian, tapi sekarang saya mau memperlihatkan gambar Bandoeng tempodoeloe.  Ada tiga foto Bandoeng, yaitu Insulinde park, dan dua foto groote postweg.  Groote postweg sekarang dikenal dengan nama jalan Asia Afrika.  Baru-baru ini jalan tersebut kembali menjadi bahan pembicaraan karena adanya peringatan 50 tahun konferensi Asia-Afrika. Jalan yang sekarang semrawut untuk satu hari menjadi lengang dan dan dipenuhi oleh para pemimpin benua Asia dan Afrika. Aksi jalan ini untuk merekonstruksi apa yang dulu terjadi di... (more)</description>
      <comments>http://tempodoeloe.blogdrive.com/comments?id=15</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Tempo Doeloe lagi liboer</title>
      <link>http://tempodoeloe.blogdrive.com/archive/14.html</link>
      <pubDate>Sat, 28 May 2005 17:22:11 GMT</pubDate>
      <description>Nggak kerasa (eh kerasa juga sih) udah sebulan lebih saya berada di kota Bandoeng. Busyeeeet, itu kali kata yang tepat ketika melihat kota di mana saya dibesarkan.  Karena itulah blog Tempo Doeloe sekarang dalam masa liboeran panjang. Komputer saya jelas belum sampe, begitu juga koleksi kartupos.  Sekarang ini saya masih nebeng komputer dan yang jelas saya nggak ada scanner. 

Selama satu setengah bulan saya ada di tanah air, saya sempat berburu barang tua, terutama buku.  Berburu buku tua memang mengasyikkan. Jika di Amerika dulu saya cukup berada di depan komputer, di sini saya jalan ke... (more)</description>
      <comments>http://tempodoeloe.blogdrive.com/comments?id=14</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Postweg Bandoeng</title>
      <link>http://tempodoeloe.blogdrive.com/archive/13.html</link>
      <pubDate>Tue, 05 Apr 2005 15:02:18 GMT</pubDate>
      <description>Salah satu proyek kolosal pada jaman penjajahan dulu adalah proyek pembuatan jalan raya pos (Postweg) . Pembuatan jalan yang diprakarsai oleh Gubernur Jendral pada waktu itu, Daendels, dimulai pada tahun 1811.  Jalan Raya yang menghubungi Anyer  di ujung barat pulau Jawa dan Panarukan di ujung timur pulau Jawa, tak hanya terbilang wah di jaman itu tapi juga menelan banyak korban buruh pribumi. 

Kota Bandoeng merupakan salah satu kota yang terlewati jalan raya ini.  Postweg yang membelah kota Bandoeng dari barat ke timur, sekarang ini menjadi 3 jalan utama yaitu: jalan Sudirman di sebelah... (more)</description>
      <comments>http://tempodoeloe.blogdrive.com/comments?id=13</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Bandoeng di mata pak Sumarsongko</title>
      <link>http://tempodoeloe.blogdrive.com/archive/12.html</link>
      <pubDate>Tue, 05 Apr 2005 14:41:03 GMT</pubDate>
      <description>Di penghujung bulan maret lalu saya menerima email dari pak Sumarsongko.  Beliau yang tinggal di NYC (betul ya pak?)  dalam emailnya bercerita tentang Bandoeng tempo doeloe.    Beliau, yang dilahirkan 76 tahun yang lalu di parijs van Java,  mengenang masa kota Bandoeng masih menjadi primadona Indonesia.  Sayang sekali kondisi ini berubah, padahal kan Bandoeng memiliki segudang orang pinter dan institusi yang sudah semestinya mendukung pembangunan kota ke arah yang lebih baik. 


Pak Sumarsongko menulis:


Keterangan mengenai kota-kota Bandung dan Jakarta zaman dulu, memang 

sangat... (more)</description>
      <comments>http://tempodoeloe.blogdrive.com/comments?id=12</comments>
    </item>
  </channel>
</rss>
